Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Karakter pengusaha yang seharusnya

Karakter pengusaha yang seharusnya

            Artikel ini terinspirasi dari buku karangan Abu Royhan, dkk berjudul “Di Bawah Naungan Pedang”. Sebenarnya buku ini terkait dengan hikayat indah para panglima kesatria Islam papan atas dunia yang melakukan tugasnya sebagai penyebar kasih sayang bagi seluruh alam, dan gambaran bagaimana ketenangan dunia terjaga dengan sepak terjang mereka. Tapi kita tarik ke ranah bisnis dan usaha karena nilai-nilai agung yang penting di dalamnya sangat relevan dan akan mendukung mentalitas seorang pengusaha. Tentu saja penulisanya dengan penyelarasan dan modifikasi seperlunya. Diantara karakter yang penting tersebut adalah :
  1. Iman yang benar dan teguh
Sangat penting untuk membawa iman yang benar dan teguh dalam menghadapi berbagai situasi. Sebuah kenyataan bahwasanya kita akan menghadapi kondisi sukses dan gagal atau yang disebut fluktuasi usaha, atau “wolak waliking jaman” kata orang Jawa.
Saat sukses jangan berbangga diri sehingga bisa terbawa euphoria kesuksesan yang justru berakibat fatal pada dirinya dan bisnisnya, namun harus tetap seimbang bersyukur, merendah dan mendekat kepada Allah. Adapun saat ditimpa kegagalan dan sepi bisnisnya misalnya, lantas jangan pula putus asa, minder kehilangan diri.
Seorang yang punya iman yang benar memiliki pengendalian diri indah disaat sulit, akan berusaha tenang, tidak kehilangan diri, sabar dan bahkan optimis bisa merubah keadaan tersebut menjadi kesuksesan dengan usaha dan doa yang tiada kenal menyerah. Sehingga bisa membalikkan keadaan yang gagal, jatuh atau bangkrut menjadi sukses.
  1. Akhlak yang terpuji
            Frame yang sangat penting dimiliki oleh siapapun apapun profesinya. Kerana dengan memiliki akhlak dan perangai yang baik akan menjadi daya tarik tersendiri terhadap apa yang dibawanya. Dan membawa kedamaian di sekelilingnya.
  1. Berani
            Berani bukan nekat. Tapi siap menanggung apapun resikonya selama berada di jalan yang benar. Selain itu berani ini timbul karena sebuah keyakinan yang benar pula. dan keberanian ada yang bersifat alami, tapi ada yang bisa melalui tahapan pembentukan dan latihan yang konsisten menghadapi berbagai tantangan usaha. Ada kalanya gagal dalam latihan, tapi itu tahapan untuk menjadi pemberani. Termasuk dalam bidang bisnis. Ada orang yang jadi berani karena akumulasi tekanan yang pernah dia alami sebelumnya, sehingga jiwanya terlatih.
  1. Tabah dan memiliki tujuan yang jelas
            Saat sebuah usaha terjebak kepada kondisi monoton, stagnan, sepi, menurun, bahkan bangkrut total. Terkadang secara natural moralnya hancur, mentalnya down, pada tingkat monoton tertentu bisa gila, bahkan ada yang lebih extreme merencanakan bunuh diri. Stop jangan segerakan petaka!. Semua pasti ada hikmah dan jalan keluar itu harus diyakini. Ingat dunia ini sudah ada yang mengatur dengan adil.
            Saat seperti ini sifat ketabahan dan memiliki tujuan yang jelas akan cita-cita yang akan dicapai harus diterapkan. Sifat ini tidak ada dengan sendirinya melainkan melalui latihan dan pengendalian diri yang khusus. Perlu guru dan tauladan atau membaca referensi yang tepat untuk membangkitkan mentalnya.
  1. Kemauan yang kuat dan kemampuan untuk melaksanakanya
“Perencanaan teoritis semata tidak akan berguna kecuali ada aplikasi praktisnya” itulah cuplikan buku pada halaman 16. Sehingga penting bagi pengusaha memiliki ilmu yang benar- benar terapan dan teruji.
  1. Kefasihan berbicara
            Kefasihan dengan pembicaraan yang teratur, terukur dan menjaga adab dan tata tertib penyampaian jangan dipandang sebelah mata. Disamping itu nilai kebenaran dan konsistensi dari apa yang disampaikan akan menjadi lebih berbobot pembicaraan tersebut. Bahkan orang bisa dinilai dari pembicaraanya meskipun dia berusaha menyembunyikanya. Pembicaraan yang fasih dan benar bisa membangkitkan emosi dan perasaan seseorang dan memiliki persuasif yang kuat.
  1. Peralatan pendukung dan ulung menggunakanya
            Berusaha untuk memaksimalkan diri apa yang dimilikinya, baik SDM, teknologi, pendanaan non riba dan lain sebagainya untuk mewujudkan tujuan besar tersebut. Yang jelas keterbatasan bukan alasan tepat untuk tidak bisa maju dan sukses.
  1. Dermawan dan murah hati
            Sifat tersebut membawa orang untuk segan, bukan takut, dan menghindari penghianatan dari dalam, karena partner dan rekan kerjanya merasa cinta dan dekat bahkan merasa kehormatan tersendiri untuk bisa mewujudkan keinginan orang dermawan tersebut. Bahkan orang yang tidak suka bisa lembut dan tertarik hatinya dari seorang dermawan yang tulus.
  1. Adil dan jujur
            Dengan sifat tersebut akan membawa kedamaian dan ketengan dalam lingkup bisnis yang dijalankanya.
Itu beberapa nilai agung yang ada di buku tersebut. Itu akan menjadi inspirasi di berbagai bidang kehidupan termasuk bisnis. Jika mau pesan bisa ke saya harga 200rb, total halaman sekitar 480 halaman CP 081328775987 belum ongkir. Termasuk referensi terbaik pendukung mentalitas bisnis, bahkan sebenarnya penting sebagai pegangan bagi militer.



Di dalamnya juga ada kisah tentang jendral sekaligus pedagang ulung Abdurrahman bin Auf.

Referensi :
Disarikan  dengan penyelarasan dan modifikasi dari buku berjudul “ Di Bawah Naungan Pedang”

Abu Royhan, dkk. Di Bawah Naungan Pedang, Sketsa Islam (Sketsi) Publishing, 2013


Terima kasih


Dadang Auto Champion