Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pasang knalpot free flow/racing dan efeknya



Pasang knalpot free flow/racing dan efeknya

Aplikasi knalpot racing/ free flow pada sepeda motor standar ada konsekwensinya. Ini ada beberapa pengalaman yang perlu diketahui sebelum mengaplikasikan knalpot racing/free flow. Jangan sekedar latah dan ingin keren tapi malah tidak sesuai keinginan. Ini poinya :
  1. Suara lebih berisik. Khusus ini orang yang beretika dan menjaga dari mengganggu lingkungan akan jadi pertimbangan tersendiri.
  2. RPM tidak stabil.
  3. Motor bisa sering mati.
  4. Pada knalpot free flow (racing) yang belum include db killer (peredam suara berisik knalpot), akan lebih berisik dan perlu beli db killer lagi. Performa RPM saat ada dan tidaknya db killer berbeda.
  5. Knalpot after sales free flow beragam merek dan kualitas. Belum tentu berkualitas dan bisa malah sebaliknya.
  6. Bensin lebih boros karena tanpa tendangan balik, semua diloskan (dilepas).
  7. Setingan dan knalpot kurang berkualitas malah bisa nembak-nembak.
  8. Penanganan untuk motor karbu dan motor injeksi berbeda, butuh skill aplikasi knalpot free flow, itupun bisa kemungkinan tidak stabil karena tergantung kuallitas mekanik dan knalpot after salesnya.
  9. Jika setingan bahan bakar tidak mencukupi, perlu perubahan pada kondisi mesin. Nambah dana lagi.
Dari beberapa pengalaman tersebut kalo saya pribadi mencukupkan dengan standar saja motor sudah cukup. Tidak ribet dan mahal, manfaatkan uang pada tempat yang semestinya. Jika ada sharing atau masukan bisa ke amanahilmiah@yahoo.co.id. Manusia tempat salah dan dosa.

Referensi :
Ototips edisi 36:XXIV 08-14 Januari 2015.
Catatan pengalaman.

Terima kasih

Dadang Auto Champion