Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Aku cukup besar untuk bekerja sendiri


Aku cukup besar untuk bekerja sendiri
Setiap pekerjaan membutuhkan usaha keras, akrab dengan resiko dan tantangan, apapun disiplin pekerjaanya, bahkan terkadang nyawa taruhanya. Pada kesempatan ini akan saya contohkan kisah extrim dan menyentuh, beberapa anak kecil yang pemberani dan menyabung nyawa hanya sekedar untuk makan di esok hari.

 




Sebut saja Jesse (14 tahun), seorang anak kecil yang tinggal disekitar sungai Tajaparu di Amazonia, utara Brazil yang hampir setiap hari menjajakan dagangan sebagaimana anak kecil lainya. Barang dagangannya diantaranya, buah, permen, madu dan hasil bumi lainya, dijual kepada para penumpang kapal feri, kapal dagang dan kapal tongkang.
Cara kerjanya dengan mendekati kapal feri sebesar 1500 ton yang melaju kurang lebih 30 km/jam dengan kano yang didayung, setelah dekat kemudian mengaitkan tongkat besi yang diikat dengan tali ke kapal tersebut kemudian merapat ke kapal yang melintas di sungai itu. Saat besi berhasil dikaitkan ke kapal dia harus menjaga keseimbangan kano agar tidak tenggelam, tidak masuk baling-baling kapal dan tidak terbentur dak bawah kapal karena mengimbangi kecepatan kapal yang menghentak tiba-tiba. Terkadang ada orang orang yang berprasangka buruk menyangka mereka akan mencuri dengan menodongkan pistol, adakalanya sebagai sekedar gertakan agar mereka menjauh, adakalanya karena emosi dan ditembak beneran dan mati.
Itulah kehidupan Jesse disekitar sungai Tajaparu Brazil yang merupakan salah satu jalur transportasi utama disekitar tempat tinggal dia di tepi sungai. Dia  mampu membantu keluarganya, keluarga besar dia terdiri dari 12 orang dewasa dan 16 anak yang tinggal di rumah panggung di pinggir sungai.
Ucapan Jesse cukup membuat kita miris, “ kadang-kadang kita makan, terkadang tidak”, begitu pula ketika kita mendengar ucapan ibu Jesse, “ suami saya terlalu tua untuk bekerja sekarang”, “kadang-kadang kita bangun di pagi hari dan tidak ada yang dimakan sepanjang hari”, lanjut sang ibu “ kami berharap aka ada sesuatu untuk hari berikutnya, kadang-kadang kita makan, dan kadang-kadang kita tidak”.
Pelajaran yang bisa diambil dari Jesse, dia mampu bekerja dengan keahlian yang dia miliki yaitu berenang, berdagang dan berpindah dari kapal kano ke kapal feri dengan ketangkasan dan kecekatanya yang penuh resiko. Dan satu lagi yang di miliki Jesse, yaitu keberanian, apapun dilakukan oleh anak-anak kecil di sungai itu meski mempertaruhkan nyawa sekedar untuk memenuhi kebutuhan di esok hari dan membantu keluarganya.
Penting pula untuk dicatat dan dicamkan ketika Jesse diwawancarai dia mengatakan banyak anak-anak seumuran dia yang terjerat narkoba, pencurian, tindak kekerasan dan keluar masuk penjara karena kejahatan. tapi Jesse lebih memilih kehidupanya yang lebih berguna dan dia bersyukur bisa terhindar dari mencuri. Begitu pula perkataan dia yang menyentuh, “i'm big enough to work on my own” (aku cukup besar untuk bekerja sendiri) padahal umur dia masih 14 tahun, bahkan ada yang sudah ikut bekerja dibawah umur Jesse sekitar umur 7 tahun juga.
Orang terbaik umat ini beberapa abad yang lalu juga sudah menyampaikan bahwasanya bekerja dengan kedua tanganya sendiri lebih mulia dari pada meminta -minta baik kamu diberi ataupun tidak. Maka sungguh hina pekerjaan pencuri apalagi perampok baik terang-terangan ataupun secara halus dan samar. 
Oleh karena itu Auto Champion Training Centre saat ini masih memfokuskan diri bergerak dibidang keahlian mekanik sepeda motor dan berharap agar itu bisa menjadi solusi mendapatkan keahlian dan bisa makan dari hasil jerih payah sendiri bagi siswanya. Dan semoga usaha ini dijaga dan diberkahi dan bermanfaat bagi diri dan orang lain amin.


Referensi :
http://forum.vivanews.com/internasional/384222-video-pedagang-kecil-di-sungai-brazil-pertaruhkan-nyawa-demi-uang.html
Terima kasih

Dadang Auto Champion