Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Teknik stel mode/altitude motor Honda



Teknik stel mode/altitude motor Honda

Naskah kiriman Bengkel Wahyu Motor, sudah saya edit, langsung baca silakan…………………..
Motor Honda yang sudah berteknologi injection sebagian tidak dilengkapi dengan Manifold Absolute Pressure (MAP) dan Sensor Intake Air Temperature (IAT), sehingga motor tersebut kalo diajak untuk jalan di dataran tinggi perlu disetel mode altitudenya.
Untuk menyetel altitude pada motor Honda cukup mudah, dengan menjumper kabel pada DLC (Data Link connector) yang berwarna hijau dan coklat untuk motor matik dan warna hijau dan biru untuk selain matik, setelah kabel tersebut di jumper putar grip gas posisi penuh, kemudian putar kunci kontak pada posisi on, tunggu MIL (Malfunction Indikator Lamp) berkedip dengan cepat, setelah itu tutup grip gas kemudian perhatikan kedipan MIL, jika berkedip 1x berarti berhasil untuk altitude 1, sedangkan untuk altitude 2,3 dan 4 sama dengan langkah pertama, cuma bedanya pada saat altitude 2, grip yang ditutup tadi dibuka lagi lalu ditutup lagi kemudian lihat kedipan MIL kalo berkedip 2x berarti penyetelan berhasil, klo belum berhasil coba ulangi lagi untuk altitude selanjutnya sama tinggal buka tutup grip gas sesuai dengan altitude yang diinginkan. Gerakan buka tutup tidak lebih dari 0,5 detik dan kalo altitude sudah disetel tidak bisa kembali ke 0 tapi kalo di rubah rubah sesuai keinginan bisa. Untuk altitude 1= 0-2500 mdpl, altitude 2 =2500 – 3500mdpl, altitude 3= 3500-4000mdpl, altitude 4 =4000 ke atas.
Perlu diketahui bahwasanya motor Honda injection (yang saya tahu Honda beat), kalo dilepas semua sensornya masih bisa jalan dengan kecepatan antara 40-60km/jam ini karena di ECUnya terinstal program alogaritma dimana pada saat di jalan terjadi kerusakan, pada sensornya motor masih bisa jalan pengendara bisa pulang. Dengan alogaritma suplai BBM dan kecepatan motor diatur oleh program tersebut.
Kembali ke penyetelan altitude, dengan apa yang saya alami bahwasanya untuk vario techno 125 dan all new vario 125 kalo sudah disetel altitudenya dengan posisi yang sama, rasanya beda pada responsifnya, adapun pada vario techno 125, jika grip gas dihentakkan akan ada jeda sepersekian detik (hampir tak terasa) setelah itu tenaga langsung dimuntahkan oleh mesin, sedangkan pada all new vario 125 pada saat grip gas dihentakkan tidak terjadi jeda, tenaga mesin langsung dimuntahkan.

silakan jika ada masukan tambahan bisa lewat amanahilmiah@yahoo.co.id

Terima kasih

Dadang Auto Champion