Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pantangan motor injeksi



Pantangan motor injeksi
            Motor injeksi masih asing pada sebagian bengkel motor umum. Apalagi sudah menjadi keharusan bagi bengkel umum untuk menguasai berbagai tipe motor injeksi lintas merek. Sebenarnya tingkat kesulitan dan pengalaman mereka harus lebih dari bengkel yang 1 merek (ATPM), karena harus bisa menangani beragam merek dan kasusnya, selain itu, justru mereka terkadang kebagian motor injeksi yang sudah parah rusaknya dan komplek.
Masih terkait dengan itu, ada beberapa pantangan motor injeksi yang harus diketahui juga oleh mekanik bengkel motor yang melayani motor injeksi :
  1. Jangan sembarangan mengaplikasikan lampu tambahan seperti LED, HID, alarm atau komponen yang bisa menyerap kelistrikan. Ini disebabkan tegangan sistem komponen/sensor injeksi tidak boleh terganggu. Nilainya sudah ada standarnya.
  2. Jangan abaikan tegangan aki/accu. Minimal tegangan standar aki 12,4 volt. Jika kurang dari nilai itu, dicash lagi, jika tidak bisa dicash ganti yang baru. Ukur tegangan dengan avo meter secara berkala.
  3. Jangan asal mengambil arus dari kabel body secara langsung. Jika salah ambil bisa fatal. Pada kasus tertentu motor tidak mau nyala. Ini juga akan menyebabkan tegangan yang ngalir ke ECU kurang stabil dan bisa amembuat ECU rusak.
  4. Jangan asal ganti ECU, khusus Beat FI keluaran pertama kode PGM-FI unit 38700K25901. Adapun yang baru 38770K46N01. Jika tidak sesuai tidak mau hidup. Pastikan cek dan baca kode ECU bawaannya.
Demikian semoga bermanfaat!
Referensi : Tabloit Otomotif edisi 29:XXIV 20-26 November 2014.

Terima kasih

Dadang Auto champion