Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Perawatan radiator (sistem pendingin) skutik

Perawatan radiator (sistem pendingin) skutik

sistem pendingin


  1. Pastikan kisi radiator dalam keadaan bersih. Bersihkan secara periodik jika kotor, kondisi kisi radiator yang kotor akan menyebabkan terganggu melepas panas. kisi radiator
  2. Sesuaikan cover radiator, pilihlah yang desainya tidak menghalangai angin menerpa kisi radiator.
    cover radiator
  3. Water coolant harus disesuaikan dengan thermostat. Water coolant memiliki fungsi mentransfer panas dan membuang panas mesin. Jika thermostat membuka 74 derajat celcius, pastikan pilih water coolant yang lebih tinggi dari 74 titik didihnya. Thermostat motor matik rata-rata membuka 74-78 derajat celcius.
    water coollant

  4. Jangan tukar water coollant matik dengan bebek atau sport. Karena skutik titik didihnya paling rendah. Untuk skutik sebaiknya jangan cari water coollant yang titik didihnya dibawah100 derajat celcius. Jika tertukar khawatir bisa merusak sistem pendingin motor matik, karena perbedaanya cukup besar misal water coolant  ninja 250  adalah 138 derajat celcius, MX 150 LC hingga 110 derajat celcius.

  5. Gunakan cairan alternative berkadar seng rendah. Yaitu air mineral yang kadar sengnya minim. Namun bersifat sementara. Air yang kadar sengnya tinggi akan menimbulkan warna kuning macam karat di radiator, semisal air sungai, air pompa dan air sumur.
    alternatif air radiator

  6. Memungkinkan Mengganti air radiator bisa secara mandiri. Bisa dilakukan sekitar 3000km-7000km. tahapanya hidupkan mesin selama 10 menit dan distandarkan tengah. Setelah itu matikan mesin dan lepas baut tap radiator. Kemudian hidupkan mesin selama 2 menit sambil mengisi air dan itu berlaku bagi motor dibawah 4 tahun. Jika sudah menginjak diatas 4 tahun, tambahkan air panas ke dalam radiator untuk memastikan air yang membeku dan bersarang disekat atau kisi terbuang secara keseluruhan.
    mengganti air radiator
  7. Prosedur ganti tutup radiator.  Alatnya adalah radiator cap tester. Fungsi tutup radiator adalah membuka ketika suhu air dan tekananya meningkat tinggi. Sehingga air yang mendidi terbung ke reservoir (tabung recovery) agar tekanan tidak berlebihan. Jika dites kebocoran terlalu rendah maka saatnya ganti tutup radiator. Dan pengecekan tutup radiator bisa dilakukan setiap 20.000km.
    mengganti tutup radiator

Referensi : Ototrend edisi 684 minggu II Juli 2014, rubric Otoguide


Terima kasih

Dadang Auto Champion